Rabu, 09 September 2009

Master Trainer

Pada suatu hari Pak Zulkarnaini (Guru TKJ sekolah kami) memberi tahu bahwa sertifikat Marter Trainer dah dapat diambil di kantor dinas (menurut sebuah mailing list katanya). Sovie cek email tsb memang ada, kemudian datang kedinas rupanya belum ada. Beberapa hari kemudian Sovie datang lagi dengan berbekal print out mailing list tersebut. Rupanya memang sudah ada. Melihat sertifikat itu seperti melihat sebuah jalan besar beraspal beton bagus dan rapi yang sungguh sangat mudah dilalui tanpa ada aral dan duri (mungkin baru diaspal banget)...


Nah timbulkan kepercayaan diri untuk merealisasikan niat yang sudah lama terpendam yaitu melatih semua guru SMKN 1 bukittinggi (yang membutuhkan khususnya) untuk mengerti Komputer dan Internet (PeTIK). Niat ini berawal dari ketika Sovie memilih 10 orang guru sebagai The Participant Teacher guna melengkapi syarat CMT. Guru yang berminat lebih dari 10. Sovie ragu untuk mengambil lebih karena ketentuanya 10, juga waktu luang ketika itu juga tidak banyak karena sibuk dengan persiapan pernikahan serta hal-hal lainnya. Maklumlah sebagai yatim piatu jadi resepsi pernikahnya dipersiapkan sendiri.

Jadi kepada guru2 yang berminat tersebut Sovie hanya bisa bilang "Lain waktu ya buk Sovie usahakan melatihnya". Dan merekapun setuju dan maklum (mereka adalah guru mata pelajaran umum). Disambing itu Sovie juga telah membicarakan secara lisan kepada Kepala Sekolah (Drs. Yon Afrizal) tentang niat ini dan beliau mendukung penuh...

Beberapa saat setelah Sertifikat itu ditangan, Sovie pun mulai membuat proposalnya ,untunglah berkas proposal The Participant Teacher dulu masih ada jadi tinggal menambahkan saja. Sovie berfikir supaya proposal ini lolos dan tidak ada aral melintang yang berarti bagaimana kalo Sovie sebagai nara sumber dan guru2 peserta sama sekali tidak ada insentifnya, tapi jam pelatihannya disengaja dibuat setara dengan 1 angka kredit minimal (32 jam).

Sovie sempat bertanya kepada suami." Pah gpp kan kalo gak dibayar melatih sekian banyak guru ini" dan my lovely husband menjawab, "Ya gpp toh, kamu kan dah biasa, kan sama saja dengan mengajar siswa seperti biasanya." Sovie bertanya seperti itu karena dengan melatih guru2 ini tentu waktu lebih banyak tersita. Jam tidak mengajar menjadi tetap harus datang kesekolah untuk mengurus segala sesuatunya. Jadi supaya antisipasi husband gak nyap-nyap, makanya ditanya dulu (pengen jadi istri yang baik nih ceritanya!!) Hehehehe.........

Proposal selesai, sasaran pertama adalah guru umum (gak tau kenapa, pengen aja!). Guru umum Sovie kelompokkan berdasarkan tingkat kemahiran mereka sebelumnya terhadap penggunaan komputer. Materi Sovie potong 2, masing berbobot 32 jam.

  1. Pengenalan komputer, pengolah angka, pengolah kata, dan presentasi
  2. Presentasi, pengenalan internet, email, web browsing, search engine, blog dan facebook.


Maka didapatkan 62 guru umum yang ingin materi 1, terus 4 orang langsung ingin ke materi 2. Sovie mengatur agar materi 2 diberi jika materi 1 telah terkuasai (setidaknya dipahami dulu).
Materi 1 terbagi 6 kelas. 3 kelompok dasar 3 lagi kelompok yang sudah bisa sedikit2 (ada juga yang banyak). Masing2 kelompok terdiri dari 10 / 11 orang guru.

Kenapa 10 / 11 orang guru.? Karena ingin benar2 tuntas dan menguasai, Sovie berkeinginan memberikan pelayanan yang prima, jadi jika hanya 10 / 11 perkelompok akan mudah untuk menguasai medan seperti dapat melayani semua pertanyaan mereka atau dengan mudah dapat mendatangi meja mereka masing2, jika mereka mengalami kesulitan)

Pelatihan dilakukan selama 4 hari dari pukul 8.00 - 16.00 (4 x 8 jam = 32 jam).
Sovie membuat modul untuk materi 1 ini. Dibiayai oleh sekolah (nantinya menjadi milik pustaka) peserta dapat mengopinya sendiri. 6 kelompok ini estafet dari tanggal 24 agustus s/d 16 september 2009.

Jika telah selesai Sovie akan memposting laporannya .

Ok sekian dulu ya.

Waduhhhh.........

Ehem....Ehem.. kagok juga dah lama gak nulis trus sekarang nulis lagi.. dah lama pingin nambah isi blog ini, tapi setelah menikah dan ngurus anak jadi gak sempat, inginnya sehari 30 jam adanya deh.... (itulah penyakit wanita karier.. ceileee)

Begini.. dari begitu banyaknya mailing list yang masuk ke email Sovie.. email pak Zulfikri selalu dibaca.. ketika ketemu judul mailing list tentang blog pendidikan. tergelitik untuk melihat lebih lanjut.. eh taunya ada blog Sovie dicantum sana (no 36).. waduhhh bangganya pak !!!... jadi heran kok bisa ya.. padahal pak Erman dan pak Zulkarnaini juga punya blog..
nah seperti ada sesuatu yang membuat Sovie untuk menambah isi blog ini, supaya pak Zulfikri senang dan tahu bahwa Sovie bertanggung jawab dengan predikat Master Trainer di tangan. hehehe gpp kan Pak.. kasih komentar nanti ya pak...

Rabu, 15 April 2009

Shinichi Kudo

Shinichi Kudo (工藤 新一 Kudo Shin'ichi?) adalah tokoh utama dalam serial anime dan manga Detektif Conan, yang dikenal di Amerika Serikat sebagai Case Closed. Viz me-romanisasi nama aslinya menjadi Shin'ichi Kudo sedangkan website Shogakukan me-romanisasinya sebagai Shinichi Kudoh.

Kehidupan awal sebagai Shinichi Kudo

Shinichi adalah anak dari pasangan Yusaku Kudo, seorang novelis misteri terkenal dan Yukiko Kudo, mantan bintang film terkenal.[1]. Dia lahir pada 4 Mei, namun berulang-ulang ia melupakan hari ulang tahunnya setiap tahun[2]. Dia adalah seorang yang jenius, dan dari usia muda telah sangat intuitif. Ayahnya sering membuatkan puzzle dan permainan untuk mengasah kemampuan berpikirnya.

Akibat pengaruh ayahnya, dia telah lama menjadi penggemar berat buku[3], terutama novel misteri-- dia telah membaca seluruh koleksi novel misteri yang ada di perpustakaan sekolah dasarnya pada saat ia duduk di bangku sekolah dasar.[3]. Yusaku juga sering membawa Shinichi ke tempat kejadian kriminal sampai ketika ia berada pada kelad 6 sekolah dasar[4]. Ini membuat Shinichi gemar menginvestigasi kasus kriminal dan karena itu, temannya seperti Ran dan Sonoko menjulukinya penggila misteri secara sepintas[5].

Hidupnya antara usia 6 hingga 16 kurang jelas terdokumentai. Selama ia di sekolah menenegah, ia merupakan pemain tengah utama di tim sepak bola sekolahnya. Kepala tim sepak bolanya jatuh cinta padanya, namun ia menolaknya, karena pada kenyataannya, ia secara rahasia mencitai Ran[6].

Orang tuanya pindah ke Amerika Serikat ketika ia berusia 14 tahun, saat dirinya tidak berada di Tokyo[7].

Shinichi menolong polisi menyelesaikan kasus, sebelum ia berubah menjadi anak-anak


Pada seri pertama, Shinichi adalah seorang pelajar SMU Teitan berusia 17 tahun. Dia telah menjadi detektif terkenal dan telah banyak menyelesaikan kasus yang sulit, dan dikenal sebagai the saviour of the police force[8]. Pada tahun yang sama, dia meninggalkan tim sepak bola walaupun kemampuannya setara dengan tingkat nasional.[9] Dia mengatakan bahwa dia menyukai sepak bola karena untuk melatih refleksnya-- seperti idolanya, Sherlock Holmes yang berlatih memanah-- untuk mengasah kemampuan detektifnya[10]; dia bercita-cita menjadi the Sherlock Holmes of the Heisei era.[11]

Shinichi dikenal memiliki ketidakmampuan untuk bernyanyi[12]; tetapi karena ia masih dapat mengerti berbagai not musik[13], dia tidak dapat dikatakan buta nada.

Dia dapat berbahasa Inggris, terlihat saat ia bercakap dan menterjemahkan untuk seorang diplomat Amerika Serikat.[14]

Sebagai Conan Edogawa

Pada awal dari seri, Shincihi membawa teman baiknya, Ran, ke sebuah taman hiburan yang bernama "Tropical Land," untuk merayakan kemenangan Ran pada Kejuaraan Karate Metropolitan. Dia kemudian menyelesaikan sebuah kasus pembunuhan dengan pemenggalan yang terjadi pada kereta "Mystery Coaster" yang mereka tumpangi.[15] Setelah mereka meninggalkan taman hiburan, Shinichi melihat transaksi mencurigakan antara seorang tak dikenal dengan seorang yang berpakaian hitam di daerah tersembunyi dekat taman hiburan.[16] Dia meninggalkan Ran, yang disuruhnya pulang, dan diam-diam mendekati tempat transaksi itu. Saat ia berusaha mendengar percakapan antar 2 orang itu-- sebuah pemerasan yang bernilai 100 juta yen[17]-- dia tidak melihat ada seseorang menyelinap di belakangnya. Seseorang itu, orang lain yang berbaju hitam, menyerang kepalanya dengan pipa besi,[18] dan kemudian memaksanya untuk menelan obat yang masih dalam tahap percobaan[19]. Mereka kemudian meninggalkannya dengan anggapan bahwa dia telah mati. Obat ini, dikenal sebagai APTX 4869, sangat ampuh dan dirancang untuk membunuh orang tanpa meninggalkan bekas keberadaan korban setelah mati.[19] Namun, Shinichi tidak mati, yang terjadi adalah efek samping dari obat itu. Perlahan-lahan dan dengan rasa sakit[20] tubuhnya mengecil[21], mengembalikan tubuhnya seperti saat ia berusia 6 atau 7 tahun.[22] Dengan putus asa dan bingung, Shinichi pulang ke rumahnya dan berlari ke rumah tetangganya, sekaligus teman dekat keluarganya profesor Agasa.[23] Profesor Agasa orang yang baik, tetapi ia adalah seorang ilmuwan yang aneh, dan walaupun ia telah pensiun, dia tetap sering menciptakan alat baru yang nantinya akan membantu Shinichi menyesuaikan diri hidup sebagai anak-anak kembali ketika menyelesaikan kasus.

Shinichi mencoba memberitahunya apa yang terjadi dan meyakinkan bahwa dia diberikan obat yang membuat dirinya mengecil oleh orang berjubah hitam. Profesor Agasa memberitahu Shinichi agar merahasiakan identitias aslinya, karena jika orang berjubah hitam itu, yang kemudian disebut Organisasi Hitam, tahu bahwa dirinya masih hidup, mereka akan datang kembali dan membunuhnya, juga orang-orang yang dekat dengannya-- termasuk teman-temannya dan keluarganya.[24] Profesor Agasa dan Shinichi juga khawatir karena tidak ada mayat ditemukan. Conan setuju bahwa sampai ia mempelajari banyak tentang mereka, lebih baik jika tetap membiarkan orang-orang beranggapan bahwa Shinichi telah mati. Dia juga tidak ingin Ran ikut terlibat.[25]

Conan menggunakan jam tangannya membius Kogoro


Ran kemudian pergi ke rumah Shinichi (di mana Agasa dan Shinichi berada) mencarinya karena ia khawatir, dan melihat Shinichi kecil. Dia berpikir bahwa ia lucu dan bertanya namanya. Shinichi dengan cepat mencari dan kemudian mendapatkan nama samaran, Conan Edogawa (江戸川 コナン Edogawa Conan?) , dari nama Arthur Conan Doyle dan Edogawa Rampo.[26] Profesor Agasa memberitahu Ran bahwa dia adalah saudara jauh yang orang tuanya terkena kecelakaan di luar negeri dan lebih baik jika dia tinggal bersama Ran, karena Agasa tidak tahu banyak caranya mengurus anak.[27] "Conan" kemudian tinggal bersama Ran dan Ayahnya, Kogoro Mouri, seorang detektif pribadi, dengan harapan tinggal bersama detektif, dia dapat mengikuti kasus-kasus dan mendapatkan petunjuk mengenai "Organisasi Hitam".[28] Sayanganya, Detektif Mouri tidak kompeten sehingga akhirnya Shinichi yang biasanya menyelesaikan kasus untuknya.[29] Shinichi terkadang membius Kogoro dengan sebuah jam tangan yang dapat menembakkan peluru bius dan menggunakan dasi kupu-kupu pengubah suara unutk berbicara dengan suara Kogoro.[30] Karena itu, Kogoro menjadi terkenal karena analisanya yang menakjubkan. Kasus perlahan-lahan menjadi banyak dan terkadang memberikan petunjuk terhadap Organisasi Hitam.

Untuk menjaga rahasia Conan, Profesor Agasa memasukkan Conan ke Sekolah Dasar Teitan,[31] di mana Conan berteman dengan 3 teman sekelasnya, Yoshida Ayumi, Kojima Genta, dan Tsuburaya Mitsuhiko. Kemudian mereka bersama-sama membentuk Junior Detective League (少年探偵団 Shōnen Tantei-dan?)[32]. Conan menyadari walaupun anak-anak ini benar-benar anak-anak, mereka cerdik dan sering membantunya memecahkan kasus sulit.

Conan juga berteman dengan 灰原哀 (Ai Haibara ?), yang dibesarkan dalam Organisasi Hitam dan merupakan mantan anggota dari organisasi itu bersama kakak perempuannya.[33] Nama aslinya adalah Shiho Miyano, seorang ilmuwan biologi dan merupakan pencipta APTX 4869. Dia meminum obat tersebut untuk bunuh diri setelah kakaknya dibunuh oleh orang yang sama dengan orang yang menyerang dan mengecilkan Shinichi, saat dia sedang merancanakan untuk keluar dari organisasi bersama dengan Shiho. Obat itu juga berefek sama padanya, dan juga kembali menjadi anak-anak. Dengan penampilannya yang seperti anak-anak, dia meninggalkan organisasi, dan kemudian Profesor Agasa menemukan dan membawanya untuk tinggal bersamanya. Dia menjadi rekan Conan yang berharga. Dia melanjutkan penelitian penawar dari APTX 4869.

Conan kembali ke tubuh normal beberapa kali. Pertama kali saat episode 48-49 di mana ia berubah kebentuk normal unutk beberapa saat setelah meminum alkohol ketika ia demam. Dia kembali menjadi Conan setelah menyelesaikan kasus. Berikutnya pada episode 191- 193 (Bab 3-7 volume 26), di mana ia kembali ke bentuk normal dalam 2 hari setelah meminum prototipe penawar APTX 4896. Dia menyelesaikan 2 kasus, dan menikmati kencan yang tidak selesai dengan Ran di restoran di mana ayahnya melamar ibunya. Pada seri ke 647 to 654, Conan kembali ke bentuk normal pada saat membantu memecahkan kasus. Dia secara tidak sengaja meminum prototipe penawar APTX 4896, karena menggangap itu obat demam dan kembali menjadi Shinichi. Setelah kasus terpecahkan, waktunya telah habis dan ia bersembunyi di toilet dari teman-temannya. Ai memberikan penawar kedua, dan memberikan waktu 24 jam lagi menjadi Shinichi. Ai memperingatkan bahwa karena sistem imunitas, obat itu tidak akan bertahan 24 jam seperti sebelumnya. Pada akhirnya, Shinichi kembali menjadi Conan setelah 4 jam.

Orang-orang yang mengetahui bahwa Conan adalah Shinichi

Sampai pada tahun 2008, total 10 orang telah mengetahui identitas asli dari Conan.

  • Hiroshi Agasa, seperti yang ada pada bab 2 volume 1. Shinichi yang menyusut meyakinkan Agasa bahwa dirinya adalah benar-benar Shinichi.[34]
  • Yusaku Kudo dan Yukiko Kudo, mendengar dari Agasa pada volume 6, setelah mendapatkan bahwa rumahnya kosong.[35]
  • Heiji Hattori mengetahuinya pada volume 13, karena ia mengetahui Conan berbicara dengan suaranya setelah dirinya sadar kembali, sebelumnya ia di bius dengan peluru bius milik Conan.[36]
  • Ai Haibara menyimpulkan bahwa Conan adalah Shinichi pada volume 18[37] setelah mengetahui tubuh Shinichi tak pernah ditemukan dan APTX 4869 telah menyusutkan marmot dalam eksperimen.
  • Eisuke Hondou mengetahuinya pada volume 61, setelah berhasil menjebak Conan untuk mengatakan yang sebenarnya.[38]
  • Kaito Kid mengetahuinya pada Detective Conan: The Last Magician of the Century; bagaimana ia mengetahui tidak pernah diketahui.
  • Vermouth, bagaimana ia mengetahui juga tidak pernah diketahui.

Telah meninggal

  • Akemi Miyano, kakak perempuan Ai Haibara. Conan memberitahunya saat ia kritis.[39]
  • Hiroki Sawada pada Detective Conan: The Phantom of Baker Street; Ia mengetahui hal ini karena ia menggunakan proyek yang berhasil menelusuri keterkaitan gen dalam proyek Bahtera Nuh. Ia menemukan kesamaan gen antara Yusaku Kudo yang terlibat dalam proyek ini. Tentu saja keterkaitan gen ini membuktikan bahwa Conan adalah anak dari Yusaku yang tak lain adalah Shinichi Kudo. (dikutip dari Wikipedia Indonesia)

Sir Arthur Conan Doyle

Sir Arthur Ignatius Conan Doyle (22 Mei 18597 Juli 1930) adalah pengarang cerita fiksi terkenal berkebangsaan Inggris. Salah satu karangannya yang paling terkenal adalah serial petualangan Sherlock Holmes, seorang detektif fiksi yang eksentrik.

Doyle dilahirkan pada tahun 1859. Ia mendapat gelar dokter dari Universitas Edinburgh dan mulai membuka praktek di Southsea, Inggris pada tahun 1882. Ia mengarang banyak cerita, dua diantaranya tidak pernah dipublikasikan.

Pada tahun 1886, ia menciptakan tokoh Sherlock Holmes yang diilhami dari Dr. Joseph Bell, salah satu dosennya. Cerita pertama yang berjudul A Study in Scarlet (bahasa Indonesia: Penelusuran Benang Merah) ini diterima publik dengan baik. Akan tetapi, ketenaran tokoh itu baru dimulai pada tahun 1891 ketika ia menulis serial petualangan Sherlock Holmes bersama sahabat setianya, Dr. Watson, dalam bentuk kompilasi cerita pendek. Ia meninggal pada tahun 1930 karena sakit.

Sherlock Holmes

Sherlock Holmes adalah detektif fiktif berkebangsaan Inggris ciptaan Sir Arthur Conan Doyle. Ia biasanya ditemani rekannya Dr. Watson dalam petualangannya. Ia terkenal akan kemampuan deduksinya dan kepandaiannya dalam memecahkan kasus.

Sherlock Holmes menyebut dirinya "detektif konsultan", orang yang dimintai tolong dalam suatu kasus ketika kasus tersebut dianggap terlalu sulit untuk dipecahkan polisi dan detektif lain; kita bahkan sering mendengar bahwa dia dapat memecahkan suatu kasus tanpa harus meninggalkan rumahnya. Ia sangat handal dalam menyelesaikan kasus-kasus yang tidak biasa dengan menggunakan kemampuan analisisnya yang luar biasa, dan sering juga menunjukkan kemampuannya ini kepada klien barunya dengan membuat analisis langsung tentang pribadi atau hal-hal yang baru saja dilakukan sang klien. Strategi ini, tentu saja, tidak pernah gagal mencengangkan dan membuat kliennya percaya akan kemampuannya.

Sir Arthur Conan Doyle mendasarkan penciptaan Holmes atas gurunya di Fakultas Kedokteran Universitas Edinburgh, seorang ahli bedah yang sangat berbakat dan juga detektif forensik Joseph Bell, yang mana ilmu forensik menjadi ilmu baru pada waktu itu. "Holmes" dinamakan atas Oliver Wendell Holmes yang sangat dikagumi oleh Conan Doyle, dan atas atlet kriket Inggris yang bernama Sherlock.

Sherlock Holmes tinggal di 221B Baker Street sejak tahun 1881 di mana ia menghabiskan tahun-tahunnya bersama rekannya, dr. John H. Watson, yang dengan siapa ia berbagi kamar selama beberapa waktu sampai Watson menikah dengan Mary Morstan pada tahun 1890. Induk semangnya adalah seorang wanita Skotlandia bernama Mrs. Hudson.

Dalam sebagian besar cerita Holmes ditemani oleh dr. Watson, yang bukan hanya rekannya tapi juga merupakan penulisnya. Kebanyakan cerita Holmes diceritakan oleh dr. Watson, tentang penyelesaiannya dalam masalah kriminal; di cerita-cerita selanjutnya, Holmes mengkritik Watson atas tulisannya karena Watson menulisnya seperti cerita biasa dan bukannya penjelasan ilmiah.

Holmes mempunyai seorang kakak, Mycroft Holmes, yang muncul di 3 cerita, Penterjemah Yunani, Kasus Terakhir, dan Rencana Bruce-Partington. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Detective Conan

Detektif Conan (bahasa Jepang: 名探偵コナン Meitantei Konan) adalah sebuah manga dan anime detektif karangan Gosho Aoyama. Detektif Conan diterbitkan dalam majalah Weekly Shōnen Sunday. Selain dalam format manga dan anime, Detektif Conan juga telah dibuat dalam bentuk film dan drama TV.

Detektif Conan menceritakan tentang Shinichi Kudo, seorang detektif SMA, yang tubuhnya mengecil akibat obat yang diberikan oleh sebuah organisasi misterius tanpa diketahui organisasi tersebut. Supaya identitas aslinya tidak diketahui organisasi tersebut, Shinichi menyamar sebagai Conan Edogawa, dan tinggal di Kantor Detektif Kogoro Mouri. Conan (atau Shinichi) telah banyak membantu Kogoro memecahkan kasus, sehingga Kogoro menjadi detektif terkenal.

Shinichi Kudo, detektif SMA yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menganalisa kasus-kasus kriminal terkena suatu masalah besar ketika tiba-tiba dirinya menjadi mengecil setelah diberi minum obat misterius, yang kemudian diketahui adalah racun berkode APTX 4869, oleh 2 anggota Organisasi Hitam yaitu Gin dan Vodka. Saat kejadian itu Shinichi dan Ran Mouri sedang berkencan di sebuah taman tema (theme park) yang bernama "Tropical Land". Kemudian, Shinichi bertemu dengan dua orang yang mencurigakan, dan Shinichi pun membuntuti mereka. Karena keasyikan mengintip transaksi gelap yang dilakukan Vodka dengan seorang usahawan, tanpa sadar Shinichi dipukul oleh Gin, dan dicekoki obat misterius yang dimaksud untuk membunuh Shinichi.

Namun ternyata obat tersebut tidak membunuh Shinichi, melainkan terjadi efek samping dari obat tersebut yang mengakibatkan tubuhnya mengecil seperti bocah berusia tujuh tahun.

Kemudian atas saran dari Profesor Agasa, Shinichi mengganti namanya menjadi Conan Edogawa. Nama "Conan" berasal dari nama pengarang buku detektif terkenal Sherlock Holmes, Sir Arthur Conan Doyle, sedangkan nama "Edogawa" berasal dari nama Edogawa Ranpo. Conan lalu mulai mencari tahu seluk beluk organisasi misterius tersebut, sambil tinggal di rumah teman sejak kecilnya, Ran Mouri, yang tidak mengetahui identitas asli Conan.

Karena mengecilnya tubuh Shinichi, pada mulanya analisis Conan sama sekali tidak dipercaya karena dianggap sebagai anak kecil. Jadi, Conan terpaksa membuat ayah Ran, Kogoro Mouri, yang merupakan seorang detektif payah, untuk memecahkan berbagai kasus kejahatan, dengan harapan dapat melacak jejak organisasi tersebut. Kemudian kisah selanjutnya menjadi semakin rumit dan melibatkan berbagai individu.

Anggota Organisasi Hitam yang telah diketahui adalah Gin, Vodka, Vermouth, Pisco, Tequilla, Calvados, Chianti, Keel, Coroon, Sherry serta big boss yang selalu ditampilkan secara blur/kabur.

Novel dan Komik

Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti "sebuah kisah, sepotong berita".

Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut.

Novel dalam bahasa Indonesia dibedakan dari roman. Sebuah roman alur ceritanya lebih kompleks dan jumlah pemeran atau tokoh cerita juga lebih banyak.


Komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya, komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri.

Terminologi

Di tahun 1996, Will Eisner menerbitkan buku Graphic Storytelling, dimana ia mendefinisikan komik sebagai "tatanan gambar dan balon kata yang berurutan, dalam sebuah buku komik." Sebelumnya, di tahun 1986, dalam buku Comics and Sequential Art, Eisner mendefinisikan eknis dan struktur komik sebagai sequential art, "susunan gambar dan kata-kata untuk menceritakan sesuatu atau mendramatisasi suatu ide".

Dalam buku Understanding Comics (1993) Scott McCloud mendefinisikan seni sequential dan komik sebagai "juxtaposed pictorial and other images in deliberate sequence, intended to convey information and/or to produce an aesthetic response in the viewer".

Para ahli masih belum sependapat mengenai definisi komik. sebagian diantaranya berpendapat bahwa bentuk cetaknya perlu ditekankan, yang lain lebih mementingkan kesinambungan image dan teks, dan sebagian lain lebih menekankan sifat kesinambungannya (sequential). Definisi komik sendiri sangat supel karena itu berkembanglah berbagai istilah baru seperti:

  • Picture stories – Rodolphe Topffer (1845)
  • Pictorial narratives – Frans Masereel and Lynd Ward (1930s)
  • Picture novella – dengan nama samaran Drake Waller (1950s).
  • Illustories – Charles Biro (1950s)
  • Picto-fiction – Bill Gaine (1950s)
  • Sequential art(graphic novel) – Will Eisner (1978)
  • Nouvelle manga – Frederic Boilet (2001)

Untuk lingkup nusantara, terdapat sebutan tersendiri untuk komik seperti diungkapkan oleh pengamat budaya Arswendo Atmowiloto (1986) yaitu cerita bergambar atau disingkat menjadi cergam yang dicetuskan oleh seorang komikus Medan bernama Zam Nuldyn sekitar tahun 1970. Sementara itu Dr. Seno Gumira Ajidarma (2002), jurnalis dan pengamat komik, mengemukakan bahwa komikus Teguh Santosa dalam komik Mat Romeo (1971) mengiklankannya dengan kata-kata "disadjikan setjara filmis dan kolosal" yang sangat relevan dengan novel bergambar.

Istilah cerita bergambar

Akronim cerita bergambar, menurut Marcell Boneff mengikuti istilah cerpen (cerita pendek) yang sudah terlebih dahulu digunakan, dan konotasinya menjadi lebih bagus, meski terlepas dari masalah tepat tidaknya dari segi kebahasaan atau etimologis kata-nya.

Tetapi menilik kembali pada kelahiran komik, maka adanya teks dan gambar secara bersamaan dinilai oleh Francis Laccasin (1971) sebagai sarana pengungkapan yang benar-benar orisinal. Kehadiran teks bukan lagi suatu keharusan karena ada unsur motion yang bisa dipertimbangkan sebagai jati diri komik lainnya.

Karena itu di dalam istilah komik klasik indonesia, cerita bergambar, tak lagi harus bergantung kepada cerita tertulis. Hal ini disebut Eisner sebagai graphic narration (terutama di dalam film & komik).

Posisi komik di dalam seni rupa

Komik menurut Laccasin (1971) dan koleganya dinobatkan sebagai seni ke-sembilan. Walaupun sesungguhnya ini hanya sebuah simbolisasi penerimaan komik ke dalam ruang wacana senirupa. Bukanlah hal yang dianggap penting siapa atau apa saja seni yang kesatu sampai kedelapan.

Menurut sejarahnya sekitar tahun 1920-an, Ricciotto Canudo pendiri Club DES Amis du Septième Art, salah satu klub sinema Paris yang awal, seorang teoritikus film dan penyair dari Italia inilah yang mengutarakan urutan 7 kesenian di salah satu penerbitan klub tersebut tahun 1923-an. Kemudian pada tahun 1964 Claude Beylie menambahkan televisi sebagai yang kedelapan, dan komik berada tepat dibawahnya, seni kesembilan.

Thierry Groensteen, teoritikus dan pengamat komik Perancis yang menerbitkan buku kajian komiknya pada tahun 1999 berjudul "Système de la bande dessinée (Formes sémiotiques)" yang akan terbit tahun 2007 menjadi "The System of Comics". Ia berbicara definisi seni kesembilan dalam pengantar edisi pertama majalah "9e Art" di Perancis. Menurutnya, yang pertama kali memperkenalkan istilah itu adalah Claude Beylie. Dia menulis judul artikel, "La bande dessinee est-elle un art?", dan seni kesembilan itu disebut pada seri kedua dari lima artikel di majalah "Lettres et Medecins", yang terbit sepanjang Januari sampai September 1964.

Baru kemudian pada tahun 1971, F. Laccasin mencantumkan komik sebagai seni kesembilan di majalah "Pour un neuvieme art", sebagaimana yang dikutip oleh Marcel Boneff pada 1972 di dalam Komik Indonesia .